Perangi Aksi Rasial, FIFA Izinkan Wasit Hentikan Laga

Perangi Aksi Rasial, FIFA Izinkan Wasit Hentikan Laga

Jakarta Perang terhadap aksi rasial yang mencemari ajang sepak bola di dunia terus berlanjut. FIFA selaku induk asosiasi olahraga sebelas lawan sebelas itu, belum lama ini mengeluarkan aturan baru yang memberi wewenang lebih untuk wasit dalam menghadapi aksi tersebut.

Aturan tersebut tertuang dalam kode disiplin FIFA. Direktur Legal FIFA, Emilio Garcia Silvero, sudah memperbaharui naskah yang bertahan sekitar 15 tahun di mana wasit diperbolehkan untuk menghentikan pertandingan saat mengejar tindakan rasial di lapangan.

Di samping itu, FIFA pun merevisi aturan permasalahan doping dan penataan skor. Seperi dikutip Marca, demi mendirikan aturan, FIFA akan menyebar hasil sidang kedua kasus tersebut lewat tayangan yang dapat diakses dari semua penjuru dunia, andai diminta pihak-pihak berhubungan . 

Perubahan ini adalahhasil ulasan yang dilaksanakan enam perwakilan konfederasi dan tim beda pada tahun 2019. Dan sumber di FIFA menuliskan, bahwa niat di balik evolusi ini ialah perlawanan untuk pelanggaran HAM paling fundamental dan menjijikkan. 

Aturan itu tertuang pada kode disiplin FIFA pasal 13.2. Salah satu poinnya menata wewenang wasit dalam menghentikan pertandingan bila mengejar aksi rasial. Poin lain menata sanksi yang menimpa klub bila fans atau suporternya melakukan rasial. 

Kode Disiplin FIFA Pasal 13.2:
logo fifa

1. Setiap orang yang menakut-nakuti martabat atau integritas sebuah negara, seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan ucapan-ucapan atau perbuatan yang merendahkan, mendiskriminasi atau memalukan (dengan teknik apa pun) dengan dalil ras, warna kulit, asal etnis, jenis kelamin, kecacatan , orientasi seksual, bahasa, agama, posisi politik, daya beli, lokasi lahir dari status dalil lain apa pun bakal dikenai sanksi larangan tampil paling tidak sepuluh laga.

2. Jika satu atau lebih fans dari suatu federasi atau klub yang melanggar aturan yang diterangkan pada unsur satu, maka sanski berikut dapat diberikan untuk federasi atau klub yang bertanggung jawab: 

a. Dalam permasalahan pelanggaran kesatu, mereka bakal memainkan pertandingan dengan pemirsa terbatas dan denda minimal 20.000 franc Swiss (sekitar 18.000 euro).

b. Jika kekeliruan berulang, sanksi dapat merangkum penerapan rencana larangan bertanding, denda, pengurangan poin, atau satu atau lebih pertandingan tanpa penonton, laga usiran, ditetapkan kalah, didiskualifikasi atau degradasi dari kompetisi. 

3. Badan yudisial yang berkompeten bisa memanggil pihak-pihak yang jadi korban sangkaan diskriminasi untuk menyerahkan penyataan lisan atau tertulis, yang dikenal sebagai deklarasi akibat terhadap korban. 

4. Kecuali suasana luar biasa, andai wasit menyimpulkan untuk menghentikan pertandingan dampak tindakan rasial/aksi diskriminasi, tim akan dinyatakan kalah.

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.