Kalah di MotoGP Austria 2019, Marquez Tetap Pede Juarai MotoGP 2019

Kalah di MotoGP Austria 2019, Marquez Tetap Pede Juarai MotoGP 2019

Kalah di MotoGP Austria 2019, Marquez Tetap Pede Juarai MotoGP 2019

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, tetap percaya diri dengan peluangnya menjuarai MotoGP 2019. The Baby Alien –julukan Marquez– tak ambil pusing dengan kekalahan yang diderita dari pembalap Mission Winnnow Ducati, Andrea Dovizioso, di MotoGP Austria 2019.
Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu 11 Agustus 2019, malam WIB itu, Marquez harus gigit jari karena dipermainakan Desmo Dovi –julukan Dovizioso. Marquez dan Dovizioso sudah bersaing ketat sejak lap pertama dengan silih berganti jadi pemimpin balapan.
Pertarungan sengit antara dua pembalap yang menguasai klasemen sementara itu bahkan terjadi hingga putaran terakhir. Dovizioso mampu mengklaim kemenangan setelah menyalip Marquez di tikungan terakhir sebelum garis finis.
Aksi Dovizioso di tikuangan terakhir membuat Marquez harus puas menduduki posisi kedua di Sirkuit Red Bull Ring. Hal itu juga memperpanjang catatan buruk Marquez yang tak pernah menang di Sirkuit Red Bull Ring sejak lintasan tersebut menjadi tuan rumah MotoGP pada musim 2016.
Sementara itu, kemenangan yang diraih Dovizioso di Sirkuit Red Bull Ring membuat jarak poin antara dirinya dengan Marquez di klasemen sementara menipis. Kini Dovizioso yang ada di posisi kedua hanya berjarak 58 poin dari Marquez sebagai pemimpin klasemen sementara.
Meski Dovizioso semakin dekat tetapi Marquez tak ambil pusing. The Baby Alien yakin kekalahannya dari Dovizioso di Sirkuit Red Bull Ring tak akan diingat orang andaikan dirinya menjuarai MotoGP 2019. Marquez amat yakin dirinya yang akan menjadi juara dunia MotoGP pada akhir musim ini sehingga Dovizioso finis di posisi kedua seperti yang terjadi dalam dua tahun terakhir.

“Tentu saja saya memiliki mental juara dan mendekati (garis finis) dengan tujuan untuk mencoba memenangkan perlombaan. Akhir pekan ini kami bekerja sangat, sangat kuat, karena kami tahu Dovi –sapaan akrab Dovizioso– berada di salah satu sirkuit terbaiknya dan kami mencoba sampai akhir. Akan tetapi, saya sudah belajar beberapa tahun lalu, jika Anda memenangkan kejuaraan di akhir musim, tidak ada yang akan mengingat balapan ini, sampai kami kembali ke sini tahun depan,” papar Marquez, seperti yang dikutip dari Autosport, Selasa (13/8/2019).

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.