Tragedi Horor Senayan dan Raibnya Mahkota Ratu Bulutangkis Dunia

Carolina Marin mengerang kesakitan.

Tragedi Horor Senayan dan Raibnya Mahkota Ratu Bulutangkis Dunia
Minggu, 27 Januari 2019, dunia bulutangkis dibuat gempar. Ratu bulutangkis dunia, Carolina Marin mendadak roboh dan terkapar di lapangan 1 Istora Senayan, Jakarta.
Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu mengalami nasib tragis, tulangnya patah saat berduel di final BWF Super 500, Indonesia Masters 2019.
Saina Nehwal menjadi saksi hidup apa yang dialami gadis berusia 26 tahun itu. Tepat di hadapan ratu bulutangkis India itu Carolina roboh dan mengerang kesakitan.
Gelar juara yang sudah di depan mata melayang begitu saja, Carolina terpaksa melepaskan gelar juara itu ke tangan Saina meski saat cedera horor menyerangnya angka di papan skor masih dikuasai Carolina dengan kedudukan 10-4.
Ternyata, laga 10 menit paling tragis itu berimbas fatal. Karier gadis Spanyol itu benar-benar hancur seketika. Cedera telah memaksanya terbaring di ruang perawatan.
Pebulutangkis Carolina Marin di ruang operasi.
Hampir 7 bulan sudah Carolina tak muncul di lapangan, padahal tim dokter yang memeriksa cedera Anterior Cruciate Ligaments (ACL) yang dideritanya pernah memprediksi Juara Dunia tiga kali itu bakal pulih dalam 6 bulan saja.
Selama masa perawatan Carolina terpaksa berkali-kali harus mengubur mimpinya untuk naik podium juara, lebih dari lima turnamen besar bulutangkis dunia dilaluinya tanpa bisa berlaga.
Mulai All England Open Badminton Championships 2019, Malaysia Open 2019, Singapore Open 2019, Indonesia Open 2019, Thailand Open 2019.
Bahkan, Carolina harus merelakan tahta juara Japan Open yang direbutnya dua tahun beruntun di 2017 dan 2018 melayang ke tangan orang.
Itu belum seberapa, Carolina kini juga harus mengikhlaskan mahkota Juara Dunia yang dikuasainya raib tanpa bisa dipertahankan. Lagi-lagi Carolina harus istirahat di tengah panasnya perebutan tahta juara BWF World Championships 2019.
"El tiempo avanza… Solo queda algo mas de un mes para el Mundial! Llegamos?(Waktu terus berjalan … Hanya ada satu bulan tersisa untuk Piala Dunia! Kita tiba?)" inilah kalimat terakhir yang dilontarkan Carolina.
Tampak jelas sebenarnya gadis ini tak rela melepas begitu saja mahkota Juara Dunia, dia masih berharap bisa mempertahankannya dan mengukir sejarah lagi.
Sayangnya, memang Carolina harus pasrah pada takdir, namanya kembali tak terdaftar dalam ratusan pebulutangkis yang turun tanding di St. Jakobshalle, Basel, Switzerland, Selasa 19 Agustus 2019 mendatang.
Tragedi horor di Senayan itu benar-benar telah melumpuhkan Carolina Marin. Padahal, di awal tahun 2019 ini, Carolina sudah terlihat bakal memancarkan sinar kejayaannya. Terbukti di dua turnamen, Malaysia Masters dan Indonesia Masters Carolina selalu lolos ke final meski belum juara.

Dan yang membuat pecinta bulutangkis terharu, Carolina kini juga terperosok ke ranking 25 dunia. Padahal sepekan usai cedera dia masih bercokol di peringkat 2 dunia.

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.